sebenarnya jika kita melakukan penyelidikan atas segala sesuatu sebelum melakukan tindakan yang lebih serius peristiwa seperti ini tidak akan berakibat fatal, seperti kejadian yang terjadi barubaru ini di Nagan Raya.
Informasi diperoleh Serambinews.com, Jumat (21/2/2020), pria bernama Sahidi ini dibawa ke Polres karena kondisinya kembali membaik setelah sempat dirawat di rumah sakit.
Ia dibawa ke Polres karena menunggu datang pihak keluarganya dari Desa Rerebe Kecamatan Tripe Jaya, Gayo Lues.
Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi kepada Serambinews.com mengatakan, Sahidi sudah dibawa kembali ke Polres.
"Kami masih menunggu keluarganya," kata Mahliadi.
Seperti diberitakan, seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa menjadi korban amukan massa di kawasan Desa Alue Ie Mameh, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, Kamis (20/2/2020) malam sekira pukul 20.00 WIB.
Pria tersebut sempat diamuk serta diikat tangan dan bajunya dibuka oleh sejumlah warga serta dikait-kaitan dengan kasus penculikan anak.
Penangkapan pria tersebut sempat heboh, bahkan videonya yang direkam oleh warga cepat merebak melalui pesan WhatApp pada sejumlah grop di Nagan Raya.
Polisi dari Polsek Kuala dan Polres Nagan Raya yang mendapat laporan warga korban diamuk massa, bergerak cepat serta mengamankan pria tersebut ke Polres Nagan Raya.(*)
Sumber ; Serambinews.com dan media online lainnya.

