Indonesia adalah Negara yang sangat kaya dengan berbagai sumber daya alam, seperti batu bara, minyak bumi, Gas dan lain sebagainya.
penghasilan dari itu semua cukup banyak dan tak dapat dihitung dengan jari, tapi kenapa untuk penanangan covid19 pemerintah harus memotong dari anggaran yang sudah ditetapkan dan dipersiapkan jauh2 hari untuk berbagai keperluan vital dan kemakmuran rakyat.
berapa sebenarnya pendapatan Indonesia pertahun dari berbagai BUMN dan PAJAK ini patut dipertanyakan.?
apakah pendapatan Indonesia selalu dibawah pengeluarannya.
Ini Faktanya :
Pendapatan dari BUMN.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan bahwa pendapatan yang diraih dari seluruh BUMN hingga akhir November 2019 mencapai Rp 210 triliun. Sayangnya, hanya sedikit perusahaan yang mampu menyumbang pendapatan tersebut.
Erick menjelaskan, saat ini terdapat 142 BUMN yang beroperasi di Indonesia. Dari jumlah tersebut hanya sedikit yang menyumbang pendapatan. Tepatnya, 76 persen dari total Rp 210 triliun hanya disumbang dari 15 perusahaan.
"Bagaimanapun, mengatur dan me-manage 142 BUMN memang hal yang unik dan tidak mudah. Dari pendapatan Rp 210 triliun, 76 persennya berasal dari 15 perusahaan saja," ujar Erick dalam pemaparannya di rapat bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Senin (2/12/2019).
Sumber : Liputan6.com
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan pajak sepanjang 2019 mencapai Rp 1.332,1 triliun. Angka ini baru sekitar 84,4 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar Rp 1.577,6 triliun.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan meski tidak tercapai target dalam APBN realisasi penerimaan pajak tahun ini tumbuh positif sebesar 1.43 persen dari tahun lalu yang hanya mencapai sebesar Rp 1.313,3 triliun.
"Penerimaan pajak migas dan non masih tumbuh positif dari tahun lalu di tengah tekanan ekonomi global," kata dia dalam konferensi pers APBN Kita di Kantornya, Jakarta, Selasa (7/1).
Pendapatan dari Pajak
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan meski tidak tercapai target dalam APBN realisasi penerimaan pajak tahun ini tumbuh positif sebesar 1.43 persen dari tahun lalu yang hanya mencapai sebesar Rp 1.313,3 triliun.
"Penerimaan pajak migas dan non masih tumbuh positif dari tahun lalu di tengah tekanan ekonomi global," kata dia dalam konferensi pers APBN Kita di Kantornya, Jakarta, Selasa (7/1).
Sumber : Liputan6.com
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR ke-10 pada Selasa (24/9). "Apakah pembahasan tingkat II APBN 2020 dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang?" kata pimpinan rapat Fahri Hamzah yang disambut kata setuju oleh seluruh anggota DPR yang hadir dalam paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/9).
Dalam APBN 2020, pemerintah dan DPR menetapkan target defisit anggaran sebesar Rp 307.2 triliun atau setara 1,76% Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit berasal dari belanja negara yang dipatok Rp 2.540,4 triliun dan pendapatan negara Rp 2.233,2 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, pengendalian defisit anggaran tahun 2020 dilakukan untuk menjaga kesinambungan fiskal. "Serta memberikan ruang gerak yang lebih besar menghadapi risiko global serta dampaknya pada perekonomian nasional pada tahun 2020," kata Sri Mulyani dalam rapat paripurna.
Sumber : Katadata.co.id
ini hanya sebuah teori. fakta dan kebenarannya dapat ditanyakan kepada yang berwenang yaitu mentri Keuangan, juga dapat dipelajari di situs remi Kementrian Keuangan.
hanya sekian dari kami semoga bermanfaat.

